Rukun Puasa Ramadhan

Rukun Puasa Ramadhan

Sebelum memahami apa saja rukun puasa ramadhan, ada baiknya kita memahami terlebih dahulu perngertian rukun. Para ulama membedakan pengertian rukun dan syarat. Rukun menurut jumhur ulama fiqh adalah sesuatu yang bergantung pada sesuatu yang lain atasnya. Sedangkan syarat adalah sesuatu yang tidak bisa tidak harus dipenuhi. Jadi dapat dikatakan rukun adalah hal-hal pokok yang harus dipenuhi dan syarat adalah suatu ketentuan yang tidak boleh dilanggar.

Rukun puasa ramadhan

Adapun rukun puasa ramadhan terbagi menjadi dua, yaitu niat dan meninggalkan segala hal yang membatalkan puasa. Pertama, niat. Niat sangat menentukan tiap-tiap amalan. Para ulama sering meletakkan niat di bab pertama kitab-kitab yang mereka tulis untuk memberikan perhatian kepada umat bahwa niat adalah langkah pertama untuk menyempurnakan ibadah dan amalan. Niat dapat dilafalkan secara lisan juga dapat hanya diucapkan di dalam hati. Kedua-keduanya sama sama sah untuk memulai ibadah. Kedua, meninggalkah segala hal yang membatalkan puasa. Juga merupakan hal penting dalam pelaksanaan ibadah puasa. Seorang muslim yang menjalankan puasa harus lah memiliki kemauan yang besar untuk meninggalkan segala larangan puasa dan menjalankan sunnah-sunnah berpuasa.

Rukun puasa ramadhan di atas harus ditunaikan oleh setiap muslim yang ingin berhasil dan sukses melewati bulan Ramadhan. Juga tidak lupa, amalan-amalan sunnah di bulan Ramadhan juga harus ditingkatkan untuk meraih Ridha Allah SWT.