Masjid Jami Pontianak, Terbesar di Pontianak

Masjid Jami Pontianak, Terbesar di Pontianak

Masjid Jami Pontinak, Terbesar di Pontianak
Masjid Jami Pontinak, Terbesar di Pontianak

Masjid Jami Pontianak atau biasa dikenal dengan nama Masjid Sultan Syarif Abdurrahman merupakan masjid tertua serta terbesar yang ada di Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. Masjid ini adalah satu dari dua bangunan yang menjadi tanda berdirinya Kota Pontianak pada tahun 1771 Masehi, selain juga Keraton Kadriyah.

Pendiri Masjid Jami Pontianak sekaligus pendiri Kota Pontianak adalah Syarif Abdurrahman Alkadrie. Beliau adalah keturunan Arab, putra dari Al Habib Husein, seorang penyebar agama Islam dari Jawa. Al Habib Husein sendiri datang ke Kerajaan Matan pada tahun 1733 Masehi. Al Habib Husein menikahi putri Raja Matan (saat ini Kabupaten Ketapang) Sultan Kamaludin, bernama Nyai Tua. Dari pernikahan tersebut lahirlah Syarif Abdurrahman Alkadrie, yang merupakan penerus jejak ayahnya dalam menyiarkan agama Islam.

Masjid Jami Pontianak aslinya dibangun beratap rumbia dengan konstruksi dari kayu. Syarif Abdurrahman meninggal pada tahun 1808 Masehi. Beliau memiliki putera bernama Syarif Usman. Saat ayahnya meninggal, Syarif Usman ini masih berusia kanak-kanak, jadi belum bisa meneruskan pemerintahan dari almarhum ayahnya. Maka pemerintahan sementara waktu itu dipegang oleh adik Syarif Abdurrahman, bernama Syarif Kasim. Setelah Syarif Usman menginjak dewasa, dia menggantikan pamannya menjadi Sultan Pontianak, pada tahun 1822 hingga 1855 Masehi. Pembangunan masjid Jami ini kemudian dilanjutkan Syarif Usman, dan dinamakan Masjid Abdurrahman, sebagai penghormatan dan untuk mengenang jasa ayahnya.

Masjid Jami Pontianak berkapasitas sekitar 1.500 jamaah salat. Masjid akan penuh terisi jamaah salat, saat salat Jumat dan tarawih saat Ramadan. Pada sisi kiri pintu masuk masjid ada pasar ikan tradisional dan dibelakangnya adalah permukiman padat penduduk bernama Kampung Beting, kelurahan Dalam Bugis dan pada bagian depan masjid, yang juga menghadap ke barat, terbentang Sungai Kapuas.